ISB Atma Luhur Pangkalpinang

Macam – Macam Aplikasi GIS Beserta Kekurangan dan Kelebihannya

Sebelum lebih jauh mengenai macam – macam aplikasi GIS beserta Kelemahannya, mari kita kenali dulu apa itu pengertian GIS secara singkat. GIS (Sistem Informasi Geografis adalah Sistem Komputer yang berfungsi untuk menangkap , menyimpan, memeriksa, dan menampilkan data yang terkait dengan posisi pada permukaan bumi.

Dan langsung saja Kita mengenal macam-macam aplikasi GIS, kekurangan beserta kelebihannya.

Macam – Macam Aplikasi Gis Beserta Kekurangan dan Kelebihannya

 1. ArcView

arcview

ArcView adalah salah satu software pengolah Sistem Informasi Geografik (SIG/GIS). ArcView dalam operasinya menggunakan, membaca dan mengolah data dalam format Shapefile, selain itu ArcView jaga dapat memanggil data-data dengan format BSQ, BIL, BIP, JPEG, TIFF, BMP, GeoTIFF atau data grid yang berasal dari ARC/INFO serta banyak lagi data-data lainnya. Setiap data spasial yang dipanggil akan tampak sebagai sebuah Theme dan gabungan dari theme-theme ini akan tampil dalam sebuah view. ArcView mengorganisasikan komponen-komponen programnya (view, theme, table, chart, layout dan script) dalam sebuah project. Project merupakan suatu unit organisasi tertinggi di dalam ArcView.

Salah satu kelebihan dari ArcView adalah kemampuannya berhubungan dan berkerja dengan bantuan extensions. Extensions (dalam konteks perangkat lunak SIG ArcView) merupakan suatu perangkat lunak yang bersifat “plug-in” dan dapat diaktifkan ketika penggunanya memerlukan kemampuan fungsionalitas tambahan (Prahasta). Extensions bekerja atau berperan sebagai perangkat lunak yang dapat dibuat sendiri, telah ada atau dimasukkan (di-instal) ke dalam perangkat lunak ArcView untuk memperluas kemampuan-kemampuan kerja dari ArcView itu sendiri. Contoh-contoh extensions ini seperti Spasial Analyst, Edit Tools v3.1, Geoprocessing, JPGE (JFIF) Image Support, Legend Tool, Projection Utility Wizard, Register and Transform Tool dan XTools Extensions.
(http://geoinsight.wordpress.com/2010/01/15/arcview-gis)
Kelemahan arcview :
· ArcView 3x adalah produk lawas yang tanggal kadaluwarsanya tinggal menunggu waktu.
· ArcView lebih mudah crash
· ArcView tidak kompatible dengan VISTA

· ArcView tidak mendukung banyak tipe file, baik itu tipe file spasial ataupun file atribut.
· ArcView memiliki tingkat kustomisasi yang rendah.
(http://kilometer46.wordpress.com/2010/08/03/arcview-vs-arcgis/)

2. ArcGIS

ESRI_ARCMAP_transparente
ArcGIS merupakan produk software GIS paling mutakhir saat ini dari ESRI dengan segala “kecanggihannya”. Bagi sebagian praktisi GIS yang sudah lama berkecimpung dalam “kubangan” pemetaan dan juga mencoba software ArcGIS tersebut, sebagian beranggapan lebih ribet dan susah dibandingkan dengan pendahulunya ArcView 3.x, dan sebagian lagi menganggap lebih baik, bagus, dan lengkap untuk semua jenis kebutuhan pekerjaan GIS, bahkan jika dibandingkan dengan software GIS dari vendor lain. Terlepas dari segala kekurangan dan kelebihannya, saya akan sedikit mengupas tentang ArcGIS secara umum.
Software ArcGIS pertama kali diperkenalkan kepada publik oleh ESRI pada tahun 1999, yaitu dengan kode versi 8.0 (ArcGIS 8.0). ArcGIS merupakan penggabungan, modifikasi dan peningkatan dari 2 software ESRI yang sudah terkenal sebelumnya yaitu ArcView GIS 3.3 (ArcView 3.3) dan Arc/INFO Workstation 7.2 (terutama untuk tampilannya). Bagi yang sudah terbiasa dengan kedua software tersebut, maka sedikit lebih mudah untuk bermigrasi ke ArcGIS. Setelah itu berkembang dan ditingkatkan terus kemampuan si ArcGIS ini oleh ESRI yaitu berturut turut ArcGIS 8.1, 8.2, 9.0, 9.1, 9.2, dan terakhir saat ini ArcGIS 9.3 (9.3.1). Pada tahun 2010 ini direncanakan rilis ArcGIS 10.
Dalam kaitannya dengan ArcGIS ini, secara umum ada dua versi yaitu ArcGIS Desktop (untuk komputer biasa/PC/Laptop based) dan ArcGIS Server yaitu untuk GIS berbasis web dan “ditanamkan” pada komputer/software Server. Dalam keseharian yang disebut ArcGIS sebetulnya adalah ArcGIS Desktop, berhubung mungkin ArcGIS Server belum banyak yang memakainya.
Yang harus diketahui adalah bahwa ArcGIS Desktop (seterusnya ditulis ArcGIS saja) terdiri dari 3 level lagi di dalamnya.
1. ArcGIS ArcView (dalam ArcGIS pun ada ArcView). Level ini adalah yang paling rendah, dengan menu/toolbar hanya untuk menyajikan data spasial saja. Sedikit sekali kemampuan untuk memodifikasi peta.
2. ArcGIS ArcEditor. Level ini sudah menengah, semua fasilitas ArcGIS ArcView ada di sini, ditambah dengan adanya kemampuan/toolbar untuk memodifikasi dan menganalisis peta secara terbatas.
3. ArcGIS ArcInfo. Level ini adalah merupakan yang terlengkap, di mana di dalamnya sudah mencakup 2 level software sebelumnya, ditambah dengan kemampuan/toolbar untuk memodifikasi dan menganalisis peta secara penuh, hampir semua jenis analisis spasial ada di dalamnya termasuk 3D, raster analysis (citra), dll.
Ketiga level tersebut menentukan harga masing-masing, dan disediakan terpisah. ArcGIS ArcInfo adalah yang paling mahal.
Walaupun demikian, pada semua level sangat dimungkinkan untuk ditambahkan sendiri toolbar lain, semisal yang bisa diunduh dari http://arcscripts.esri.com. Bahkan jika dikumpulkan mungkin bisa sama kemampuannya dengan ArcGIS ArcInfo bahkan lebih.
Dari sisi lisensi, ArcGIS ada 2 jenis pula yaitu pertama “single user”, di mana satu software untuk 1 komputer saja hardware key nya (dongle). Sehingga walaupun diinstalkan pada komputer lain, tidak akan bisa menjalankan aplikasinya.
Yang kedua adalah “concurent license”, di mana software ArcGIS bisa diinstalkan dan dijalankan pada lebih dari 1 komputer sesuai jumlah lisensi yang dibeli tanpa memakai hardware key (dongle).
Jika sudah terinstalkan, akan memunculkan beberapa aplikasi lagi yang mempunya spesifikasi dan tugasnya masing-masing, yaitu Arc Catalog, Arc Map, Arc Globe, Arc Scene, dan Arc Reader. Pembahasan mengenai aplikasi-aplikasi tersebut akan dilanjutkan pada tulisan lainnya.
Kelebihan ArcGIS adalah terdapat fasilitas map publishing (graphic, text) yang cukup baik serta kemampuan menambahkan konten familiar (layer, shapefile, raster, dll)

Kelemahan ArcGIS :
· ArcGIS perlu spek hardware yang lebih tinggi. Dalam bahasa yang simple, ArcGIS lebih berat
· ArcGIS secara default tidak support multi View dan multi layout. Ini sangat menyulitkan pembuatan peta masal seperti Peta kegiatan GNRHL
· Penggunaan ArcGIS tidak akan efisien jika tidak menggunakan beberapa software yang lain selain ArcMap yang dibuka bersama, misalnya ArcCatalog, Windows Explorer, dan Notepad.
· ArcGIS tidak 100% persen kompatible dengan ArcView 3x. Proses migrasi akan sangat revolusioner, seperti migrasi dari MS Word 2003 ke MS Word 2007.
· Di ArcGIS terdapat Xtool dan ET tetapi berbayar..
(http://kilometer46.wordpress.com/2010/08/03/arcview-vs-arcgis/)

3.    Map Info

MapInfo-Professional-v12.5

Map Info Professional Map Info Professional adalah salah satu perangkat lunak (software) yang digunakan sebagai sarana untuk menampilkan ataupengimplementasian sistem informasi geografik. Kelebihan perangkat lunak MapInfo tersebut adalah karena fasilitas yang diberikan cukup mudah untuk dioperasikan dan cukup lengkap untuk keperluan pengembangan sistem informasi geografik.Kemudahan lain, perangkat ini tidak memerlukan dukunganhardware yang terlalu rumit. Sehingga hampir semua personal computer (PC) dapat digunakan untuk mengoperasikan software tersebut. Selain itu dengan sudah tersedianya menu-menu pada windows, maka pengguna tidak perlu menghafalkan perintah-perintah panjang. Melainkan dapat langsung memberi perintah melalui menu utama maupun icon yang sudah tersedia.

Seperti halnya perangkat lunak lain yang dioperasikan dibawah windows yang memiliki kemampuan multi tasking, maka MapInfo juga dapat digunakan secara bersama-sama dengan fasilitas lain didalam MapInfo sendiri. Konsep ini dinamakan sebagaidesktop mapping, sehingga memungkinkan untuk menyajikan data spasial, data atribut dan grafik secara bersamaan dan saling berhubungan antara satu dengan yang lain.Kemampuan lain dari desktop mapping ini adalah kemampuan untuk mengorganisir, memanipulasi dan menganalisis data. Informasi yang disajikan oleh MapInfo ini pada pronsipnya adalah hasil penggabungan data grafik dan non-grafik. Keistimewaan lainnya dari MapInfo ini adalah :

a)      Membuat basisdata dari struktur MapInfo, membuka file yang dibuat dengan dBase, Delimated ASCII, Lotus, MS Exell, mengimport file grafik dengan berbagai format DXF dan MIF versi sebelumnya.

b)     Kemampuan untuk menampilkan data dengan spesifikasi tertentu sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kemampuan ini ditunjang oleh bahasa query SQL (Structure Query Language). Dengan fasilitas ini dapat dibuat query yang rumit dari beberapa basis data sekaligus.

c)      Kemampuan mengubah peta untuk ditampilkan atau didijitasi. Adanya kelengkapan pallete untuk menggambar atau mengedit dan berbagai fungsi lainnya untuk penggambaran peta.

(http://turboskuad.wordpress.com/2007/12/05/map-info-professional-90)

MapInfo sebagai salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan kegiatan GIS mempunyai kelebihan sekaligus kekurangan dibandingkan perangkat lain yang sejenis seperti ArcInfo, ER Mapper, Spans, Erdas, dan lain-lain. Kelebihan MapInfo dibandingkan dengan perangkat lunak lain adalah kemampuan proses databasenya termasuk proses SQL query yang tidak ada di perangkat lain. Sementara kekurangannya adalah tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan analisa overlay spatial seperti ArcInfo, tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan proses raster to vector menggunakan algoritma tertentu seperti halnya pada ER Mapper.

Kemampuan MapInfo antara lain adalah sebagai berikut.

·           Dapat membuka file dBASE, FoxBASE, ASCII, Lotus 1-2-3 dan Microsoft Excel secara langsung.

·           Mempunyai kemampuan melakukan import file grafis dalam berbagai macam format.

·           Fungsi fungsi database dapat dilakukan secara langsung di dalam program MapInfo

·           Mempunyai berbagai macam kemampuan tampilan, yaitu : Map, Browser, dan Grafik. Selain itu juga dapat secara bersamaan menampilkan sekaligus beberapa file dan melakukan updating data secara otomatis bilamana pada tampilan lain ada data yang dirubah.

·           Dapat melakukan akses database seperti Oracle maupun SyBase menggunakan table yang di”link” ke MapInfo.

·           Dapat membuat suatu tampilan beberapa file (layer) seolah-olah menjadi satu layer (Seamless layer).

·           Mempunyai kemampuan untuk membuat peta berdasarkan tema tertentu (thematic map) dengan berbagai macam tipe dan template tematik dengan menggunakan atribut data yang ada pada obyek layer yang bersangkutan.

·           Mempunyai kemampuan untuk menampilkan data raster yang sesuai dengan sistem koordinat yang dipakai menggunakan metoda register dan ditampilkan sebagai background data vektor (data raster adalah data non atribut).

·           Mempunyai kemampuan query data untuk file (layer) tunggal dengan kriteria tertentu, bahkan mampu melakukan SQL Query yang melibatkan banyak file (layer) untuk mendapatkan analisa berdasarkan kriteria tertentu.Kemampuan untuk membuat workspace yang akan menyimpan semua setting dan tampilan baik map, browser, maupun grafis dan membukanya kembali di lain waktu, dimana kesemuanya akan ditampilkan dengan setting yang sama saat disimpan dalam workspace.

·           Mampu melakukan OLE (Object Linking and Embedding) map window ke sistem aplikasi lain.

·           Mempunyai sistem perintah yang komprehensif yang ditampilkan dalam bentuk icon maupun pull down menu.

·           Menyediakan ribuan peta siap pakai yang sudah jadi dan fungsi yang memungkinkan untuk membuat peta lain berdasarkan peta tersebut.

·           Mempunyai kemampuan untuk menampilkan layout window, yaitu suatu tampilan yang akan digunakan untuk mengatur tata letak dan scala peta serta browsernya dan selanjutnya dicetak menggunakan media printer atau plotter.

·           Mempunyai kemampuan untuk mengubah sistem proyeksi peta ke berbagai sistem proyeksi lain dengan datum yang berbeda dan menampilkannya di layar tampilan ataupun digunakan pada saat melakukan digitasi.

MapInfo dibandingkan dengan perangkat lain mempunyai beberapa kelebihan, yaitu :

·           Mudah dipelajari dan dioperasikan sehingga pengembangan di kemudian hari tidak mengalami kesulitan khususnya menyangkut sustainability dan operasionalnya.

·           Perintah-perintah dilakukan dengan mudah tanpa harus selalu menghafalkan perintah. Icon dan pull down menyediakan semua perintah yang diperlukan secara lebih interaktif.

·           Dapat dioperasikan dengan menggunakan PC, workstation atau mainframe dan dapat dijalankan pada berbagai macam sistem operasi.

·           Kompatibilitas dengan jenis data lain, bahkan dapat dilakukan link secara langsung ke berbagai macam format dengan fasilitas ODBC.

·           Space file data yang dibutuhkan relatif kecil sehingga dapat menampung ribuan jenis data sehingga tidak memerlukan hard disk dengan kapasitas sangat besar atau menetapkan suatu komputer khusus

(http://widyawarta.wordpress.com/2010/06/21/gis-mapinfo/)

Nama      : SAMUDRA

NIM         : 1211500055TV

Kel           :  TV

SUMBER  :   http://bumizone.blogspot.co.id/p/blog-page.html


 

5 Comments to Macam – Macam Aplikasi GIS Beserta Kekurangan dan Kelebihannya

  1. mouska berkata:

    terlalu ribet form koment mu gan…
    pake disqus ajha lebih user friendly

  2. Rahmat Fadhli berkata:

    wahh.. lumayan bermanfaat nih, dapet pengetahuan baru dan pencerahan

  3. Ketemu juga aplikasi yang aneh cari/

  4. efendi setiawan berkata:

    wah sebelumnya ane blm tau nih gan, keren infonya gan

  5. efendi setiawan berkata:

    wah sebelumnya ane belum pernah tau nih gan
    nice info gan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *